Jalan Tol Trans Sumatera

Sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam terwujudnya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), menjadi contoh yang sangat baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Gubernur Muhammad Ridho Ficardo menyadari demi mewujudkan kebangkitan ekonomi nasional yang didukung daerah, jalan tol bisa membuat mobilitas barang, produk, dan komoditas bisa menjadi lebih cepat, efisiensi pun akan meningkat. Dengan begitu, akan memperkuat daya saing.


Kepadatan lalulintas di Pulau Sumatera dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 20.000 unit membuat JTTS sangat dibutuhkan. Diharapkan, JTTS dapat memindahkan hingga 60 persen kendaraan dari jalan lintas Sumatera (jalinsum). Meski JTTS memiliki panjang 2.818 kilometer, yang terbentang dari Lampung hingga Aceh, Lampung memiliki posisi istimewa di pintu gerbang sumatera. ltulah sebabnya peletakan batu pertama JTTS dilakukan di Sabah Balau, Lampung Selatan. Komitmen Gubernur Ridho mendukung JTTS ditunjukkan dengan membetuk Tim Percepatan Daerah. Salah satunya dengan membantu mempercepat proses pembebasan lahan. Di Provinsi Lampung, JTTS melintasi 16 kecamatan dan 57 desa dari tiga kabupaten.

Selain itu, Pemprov Lampung juga melakukan sosialisasi jalan tol. Pemprov Lampung juga dengan sukarela melepas lima aset berupa lahan sebagai bentuk komitmen serta konsistensi dukungan terhadap pembangunan tersebut. Aset tersebut SMKN 1 Tegineneng (Pesawaran), tanah di Sidokerto, lahan pertanian dan perikanan serta pasar ternak di Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Peresmian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Bakauheni, Lampung Selatan-Terbanggi Besar, Lampung Tengah sepanjang 143 Km dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana bersama Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dan tiga Menteri Kabinet Kerja yakni Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menteri BUMN Rini Soemarno Menteri Perhubungan Budi Karya Sumandi di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan pada Jumat (8/3/2019), sekaligus meresmikan Dermaga Ekskutif Bakauheni-Merak.

Presiden mengatakan JTTS merupakan jalan tol terpanjang yang pernah dia resmikan. “Ini adalah babak pertama yang kita resmikan, dan kita harapkan di bulan Juni tol ini akan tersambung hingga Palembang,” kata Presiden.

Usai menandatangani prasasti Presiden meninjauan jalan tol. Jokowi juga menargetkan ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar bersambung hingga Provinsi Aceh di 2024. “Pada 2024, Lampung dengan Aceh akan tersambungkan, Insya Allah akan sambung,” ujar Jokowi.

Pada peresmian itu Presiden mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung karena proses pembangunan jalan tol di Lampung merupakan yang tercepat selesai dan bisa dijadikan contoh derah lain. “Kenapa ruas jalan ini sangat cepat selesai. Kuncinya di lapangan pembebasan tanah yang begitu cepat dan ini dapat dijadikan contoh,” kata Kepala Negara.

Atas pembangunan jalan tol ini Presiden juga mengungkapkan apresiasi kepada para apartur sipil negara (ASN) Provinsi Lampung khususnya kepada Ketua Tim Percepatan JTTS Provinsj Lampung Almarhum Adeham yang bekerja dengan keras sehingga jalan tol ini dapat selesai dan diresmikan. “Kepada ASN di Lampung saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada Pak Adeham,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden mengapresiasi ASN yang bekerja maksimal sehingga proses perizinan dapat berjalan cepat. “Kecepatan pelayanan ASN semakin hari semakin kelihatan. Contohnya, perizinan SIUP tidak diupungut biaya dan hanya memakan waktu sehari. IMB juga cepat selesai sektar 3-7 hari. Dengan infastruktur dan perizinan investasi akan menarik sebanyak-banyaknya dan membuka lapangan kerja di Lampung,” ucap Kepala Negara.

Pada kesempatan itu, Gubernur Lampung juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Jokowi atas komitmen membangun infrastrukur termasuk di Lampung. “Dengan pembangunan ini kita bersama melihat komitemen Presiden dalam membangun dan menyejahterakan negeri ini,” kata Ridho.

Gubernur mengatakan peresmian ini merupakan catatan sejarah sebagai konektivitas menyatukan Indonesia. Pembangunan ini, kata Ridho, sebagai bagian menjadikan Lampung menjadi tongkat estafet pembangunan di Pulau Jawa. Beberapa prioritas pembanguna di Lampung, di antaranya dengan menyiapkan Lampung sebagai lumbung pangan nasional karena nilai tukar petani (NTP) yang tinggi.

"Prioritas kami berikutnya adalah pengembangan industri dan pariwisata. Tadi Pak Presiden meresmikan Bandara Raden Inten II sebagai bandara internssional. Beliau menyampaikan kurang lebih dua minggu lagi akan ada penerbangan internasional dari Lampung ke luar negeri. Insya Allah akan mempercepat industri dan pariwisata yang ada di Lampung,” kata Ridho.

Selain itu, Gubernur mengatakan Lampung kini menjadi pusat pertumbuhan sumber daya di Indonesia, sehingga anak Lampung dan Indonesia tetap menjadi tuan rumah di tengah kemajuan negaranya. Gubernur juga mengapresiasi Presiden Jokowi yang memberikan perhatian kepada ASN Lampung terutama kepada Adeham, Ketua Tim Percepatan JTTS Provinsi Lampung yang mengabadikan namanya.

"Adeham salah satu contoh ASN Lampung yang sangat berperan dalam pembangunan di Lampung. Terima kasih karena Pak Presiden mengabadikan nama Beliau sebagai bagian sejarah pembangunan jalan tol ini," kata Gubernur.